Kamis, 31 Maret 2011
KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT TEORI PSIKOANALISA DAN BEHAVIORISTIK
Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan. Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan
superego. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana
sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”. Ego adalah bagian
kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar
untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongandorongan
id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah bagian moral dari
kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah-benar,
boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
Gerald Corey menyatakan dalam perspektif aliran Freud ortodoks, manusia dilihat sebagai
sistem energi, dimana dinamika kepribadian itu terdiri dari cara-cara untuk
mendistribusikan energi psikis kepada id, ego dan super ego, tetapi energi tersebut
terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada,
dengan mengorbankan dua sistem lainnya, jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan
oleh energi psikis yang menggerakkan.
Menurut Calvil S. Hall dan Lindzey, dalam psikodinamika masing-masing bagian dari
kepribadian total mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja dinamika dan
mekanisme tersendiri, namun semuanya berinteraksi begitu erat satu sama lainnya,
sehingga tidak mungkin dipisahkan. Id bagian tertua dari aparatur mental dan merupakan
komponen terpenting sepanjang hidup. Id dan instink-instink lainnya mencerminkan
tujuan sejati kehidupan organisme individual. Jadi id merupakan pihak dominan dalam
kemitraan struktur kepribadian manusia.
Cara kerja masing-masing struktur dalam pembentukan kepribadian adalah: (1) apabila
rasa id-nya menguasai sebahagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak
primitif, implusif dan agresif dan ia akan mengumbar impuls-impuls primitifnya, (2)
apabila rasa ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya
bertindak dengan cara-cara yang realistik, logis, dan rasional, dan (3) apabila rasa super
ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak pada
hal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang kadang-kadang
irrasional.
Jadi untuk lebih jelasnya sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia tersebut adalah:
Pertama, Id merupakan sistem kepribadian yang orisinil, dimana ketika manusia itu
dilahirkan ia hanya memiliki Id saja, karena ia merupakan sumber utama dari energi psikis
dan tempat timbulnya instink. Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan
dengan selalu memaksakan kehendaknya. Aktivitas Id dikendalikan oleh prinsip kenikmatan dan proses primer.
STRUKTUR KEPRIBADIAN SKINNER
Skinner bukan hanya ingin tahu bagaimana terjadinya perilaku tetapi juga ingin memanipulasinya. Skinner memandang tingkah laku sebagai produk kondisi anteseden tertentu dan menganggap kemampuan memanipulasi kehidupan dan tingkah laku manusia. Keberhasilan mengontrol kejadian atau tingkah laku manusia merupakan bukti kebenaran suatu teori. Skinner memahami dan mengontrol tingkah laku menggunakan teknik analisis fungsional tingkah laku (Functional analysis of behavior) yaitu suatu analisis tingkah laku dalam bentuk hubungan sebab akibat, bagaimana suatu respon timbul mengikuti stimuli atau kondisi tertentu
Strukutur kepribadian atau klasifikasi pokok menurut Skinner ada 2 yaitu reflex responden dan reflex operant.). Operant adalah sesuatu yang dihasilkan, dalam arti organisme melakukan sesuatu untuk menghilangkan stimulus yang mendorong langsung atau perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak jelas tetapi semata-mata ditimbulkan oleh organisme itu sendiri (dilakukan tanpa adanya stimulus penyebab). Contohnya, seekor tikus lari keluar dari labirin atau seseorang yang keluar dari pintu. Respondent adalah sesuatu yang dimunculkan, dimana organisme menghasilkan sebuah responden sebagai hasil langsung dari stimulus spesifik atau perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas (responden dibangkitkan oleh stimulus yang diketahui). Contohnya, seekor anjing yang mengeluarkan air liur ketika melihat dan mencium bau makanan atau seseorang yang mengedip ketika udara ditiupkan ke matanya.
dinamika kepribadian
1.classical conditioning, kondisioning responden karena tingkah laku yang dipelajari menggunakan hubungan stimulus respon yang bersifat refleks bawaan.
2.operant conditioning, respon yang ada karena organismenya sendiri yang melakukan dan ada konsekuensinya.
3.reinforcement, positif reinforcement dan negatif reinforcement
perkembangan kepribadian
Teori Skinner adalah tentang perubahan tingkah laku, belajar, dan modifikasi tingkah laku. Skinner yakin bahwa pemahaman tentang kepribadian akan tumbuh dari perkembangan tingkah laku manusia dalam interaksinya yang terus menerus dengan lingkungannya.Skinner tidak melihat alasan untuk membagi proses perkembangan ke dalam beberapa tahap. Ia juga tidak memberikan importansi khusus pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Skinner memandang pengaruh eksternal lebih dominan dalam membentuk tingkah laku.
1.Penghapusan
Penghapusan atau extinction terjadi ketika kita mencabut penguat dari suatu pengkondisian operan. Penghapusan (extinction) adalah berkurangnya kecenderungan untuk merespon yang terjadi apabila perkuatan yang mengikuti respon tersebut tidak ada lagi.
2.Stimulus Penghukum (punishing stimulus)
Adalah stimulus aversif yang bila terjadi sesudah berlangsungnya sebuah respon operan akan mengurangi kemungkinan terjadinya respon tersebut di masa mendatang.ada 2 macam : positif dan negatif punishment
3.Schedule of Reinforcement
macamnya : Continuous Reinforcement (Penguatan Berkelanjutan),Fixed Interval (Interval Tetap),Fixed Ratio (Perbandingan Tetap),Variable Interval (Interval Berubah),Variable Ratio (Perbandingan Berubah).
4.Generalisasi dan diskriminasi
Generalisasi Stimulus (Stimulus Generalization) adalah proses timbulnya respon dari stimulus yang mirip dengan stimulus yang mestinya menimbulkan respon itu. Sedangkan diskriminasi stimulus (Stimulus Discrimination) adalah kemampuan untuk membedakan stimulus, sehingga stimulus itu tidak diberi respon, walaupun mirip dengan stimulus yang diberi penguat.
SEJARAH KESEHATAN MENTAL
Yang tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental, kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Untuk lebih lanjutnya, berikut dikemukakan secara singkat tentang sejarah perkembangan kesehatan mental.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.
sumber:
Dr. Kartini Kartono, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju, 1989
Dr. Kartini Kartono, Hygiene Mental…
Hasan Langgulung, Teori-Teori Kesehatan Mental, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1986, hal. 50-76.
Moeljono Notosoedirdjo, Kesehatan Mental; Konsep dan Penerapan, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2002, hal. 14.
KONSEP SEHAT
•Manusia yang sehat adalah yang memiliki harapan hidup optimis.
•Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu memamfaatkan segala potensi, kapasitas, kreativitas, energy dan dorongan dalam diri.
•Efesiensi mental: Menggunakan kapasitas-kapasitas untuk mencapai tujuan hidup sebaik mungkin.
•Manusia sehat mental adalah manusia yang memamfaatkan kapasitas-kapasitas secara efektif.
Sehat menurut WHO adalah keadaan sempurna baik fisik,mental,soial bukan hanya bebas dari penyakit cacat dan kelemahan,
Kesehatan social adalah suatu kemampuan untuk hidup bersama dengan masyarakat dilingkungannya.
Pepkin’s: Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.
Sesuai dengan pengertian sehat di atas dapat di simpulkan bahwa kesehatan terdiri dari 3 dimensi yaitu fisik, psikis dan social yang dapat diartikan secara lebih positif, dengan kata lain bahwa seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan seluas-luasnya kemampuan yang dibawanya sejak lahir untuk mendapatkan atau mengartikan sehat.
Meskipun terdapat banyak pengertian/definisi, konsep sehat adalah tidak standart atau baku serta tidak dapat diterima secara mutlak dan umum. Apa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai abnormal oleh orang lain, masing-masing orang/kelompok/masyarakat memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat. Banyak orang hidup sehat walau status ekonominya kekurangan, tinggal ditempat yang kumuh dan bising, mereka tidak mengeluh adanya gangguan walau setelah ditimbang berat badanya dibawah normal. Penjelasan ini menunjukan bahwa konsep sehat bersifat relatif yang bervariasi sangat luas antara sesama orang walau dalam satu ruang/wilayah.
Kamis, 20 Januari 2011
- makalah tentang balita - pertumbuhan dan perkembangan anak
- makalah tentang balita -
pertumbuhan dan perkembangan anak
oleh : stefany debtriane
2PA01
DAFTAR ISI
Daftar Isi
Bab I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bab II ISI
1.1 Si Kecil Tumbuh Sehat dan Cerdas secara Psikis
1.2 Perkembangan Psikis Si Kecil (1-3 Tahun)
1.3 Merangsang Kecerdasan Anak
1.4 Meningkatkan Kemampuan Psikis Anak
1.5 Acuan Dalam Meningkatkan Kemampuan Psikis Anak
1.6 Makanan VS Kecerdasan Anak
1.7 Makanan VS Kecerdasan Anak
1.8 Memahami Perkembangan Otak
1.9 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
1.10 Memahami Kemampuan Kognitif Si Kecil
Bab III PENUTUP
Kesimpulan
Daftar Pustaka
Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
| mengenali Perkembangan Anak |
| Perkembangan KOGNITIF ANAK
|
Bab II
ISI
1.1 Si Kecil Tumbuh Sehat dan Cerdas secara Psikis
Tumbuh sehat dan cerdas seoptimal mungkin dalam rangka menyiapkan batita tangguh, merupakan tugas yang tidak kecil. Selain kesehatan harus dimonitor penuh, biak asupan gizi maupun kelengkapan vaksinasi, kecerdasannya baik cerdas kognitif (IQ) maupun cerdas emosional (EQ) juga harus diperhatikan.
Tiga tahun pertama dalam kehidupan anak, merupakan masa paling rawan. Sebab perkembangan aktivitas anak sangat besar, sementara perkembangan IQ dan EQ pun mulai tampak jelas.
Banyak orang tua merasa bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak tergantung pada gen atau bibitnya. Namun pada kenyataannya, banyak pengaruh positif yang dapat mengoptimalkan tumbuh-kembang anak, bila orang tua mau terlibat penuh dalam proses tumbuh-kembang si kecil.
Tanda-tanda Mental, Psikis dan Intelegensia Anak Sehat
Tumbuh kembang anak dapat dilihat dari berbagai aspek. Fisik, psikis dan intelegensia. Bila kebutuhan anak untuk tumbuh-kembang secara optimal terpenuhi, maka pada usia antara 1-3 tahun, ia akan menunjukkan perkembangan-perkembangan yang sangat menakjubkan.
Selepas usia 1 tahun, si kecil tampak lebih antusias untuk belajar berjalan. Saat ini konsentrasinya hanya berpusat pada tujuan yang hendak dicapainya. Begitu keahlian berjalan dikuasainya, maka perkembangan selanjutnya menjadi sangat bervariasi.
1.2 Perkembangan Psikis Si Kecil (1-3 Tahun)
Usia 12-18 bulan:
- Ia kini bukan hanya sekedar berjalan, tetapi bergerak ke sana-ke mari dalam upaya menyalurkan minatnya mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah.
- Minta dibantu untuk naik-turun tangga atau memanjat, membuka-tutup lemari, tempat sampah, laci, rak buku, tas sekaligus mengaduk-aduk isinya. Ia juga tampak ahli membongkar barang-barang yang masih dalam kemasan.
- Perbendaharaan katanya pun semakin banyak.
- Ia gemar meniru dan lebih mengenal serta tambah responsif terhadap orang lain, terutama anggota keluarga.
- Mampu memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.
Usia 18-24 bulan:
- Urusan naik-turun tangga semakin dikuasainya, kini ia tak butuh bantuan siapapun.
- Ia pun sudah ahli menunjuk mata dan hidungnya tau anggota tubuh lainnya.
- Antusias untuk makan sendiri, gemar mencoret-coret, dan penuh minat pada apa yang dikerjakan orang-orang yang lebih besar.
- Secara bertahap ia pun mulai ingin dekat-dekat atau ikut bermain dengan anak lain.
Usia 2-3 tahun:
- Ia mulai belajar meloncat, pertama dengan dua kaki kemudian dengan satu kaki.
- Urusan memanjat semakin lihai dan semakin tinggi tempat yang dicapainya.
- Ia juga sudah pandai menyusun kalimat, sudah mengerti bila diajak ‘ngobrol’, sudah penuh minat mendengarkan cerita dan coret-coretnya kini lebih memiliki bentuk. Bahkan membuat lingkaran pun ia sudah mampu.
- Bermain dengan anak lain, sekarang menjadi keinginan yang sulit dibendung.
1.3 Merangsang Kecerdasan Anak
Peran Anda sebagai orang tua dalam mengembangkan fungsi otak anak tidak hanya pada masa janin, tetapi sampai masa kanak-kanak. Sebab, orangtua adalah guru pertama dan utama bagi otak anak. Apa saja yang dapat Anda lakukan agar kecerdasan anak terangsang untuk berkembang secara optimal?
Berdasarkan penelitian para ahli, kecepatan pertumbuhan otak manusia mencapai puncaknya dua kali, yaitu pada masa janin di usia kehamilan minggu ke 15 sampai 20, dan pada usia kehamilan minggu ke 30 sampai bayi berusia 18 bulan.
Dua masa di atas merupakan saat paling penting bagi orang tua untuk berperan aktif dalam merangsang kecerdasan otak. Sebab rangsangan yang diberikan pada usia ini dapat mengubah ukuran maupun fungsi kimiawi dari otak. Karena itu selain asupan gizinya harus diperhatikan, kesempatan seluas mungkin untuk melakukan eksplorasi dengan memegang, melempar, mendorong, menarik dan bereksperimen, harus Anda berikan.
Apa saja yang dapat dilakukan orang tua?
1. Jangan meletakkan anak dalam boks terus menerus. 2. Pilihlah anak mainan edukatif sesuai perkembangan usianya. 3. Bila udara cerah bawa ia bermain di halaman atau di taman dekat rumah dan biarkan ia bebas bermain. 4. Ajak pula sesekali ke toko. 5. Minta anak melakukan tugas yang sederhana dan berilah pujian setelahnya. 6. Tetap bacakan buku cerita yang lama maupun yang baru.Jalan-jalan sekaligus mengasah otak:
- Naik kereta api
- Main ke pantai atau taman
- Mengunjungi kebun binatang
1.4 Meningkatkan Kemampuan Psikis Anak
Daerah otak merupakan daerah paling penting yang harus selalu dilindungi dari cedera maupun penyakit-penyakit tertentu yang menyerangnya. Apa yang harus dilakukan? Perlindungan apa yang dapat Ibu berikan?
Awas! Lindungi otak anak:
1. Hindarkan dari penyakit campak. Meskipun terlihat ringan, penyakit ini dapat menjadi penyebab utama kesulitan belajar anak, kelainan kepribadian dan tingkah laku bahkan keterbelakangan mental.
2. Jaga kesehatan anak secara rutin dan berikan vaksinasi yang perlu.
3. Cegah terjadinya kecelakaan yang bisa melukai otak anak. Naik-turun tangga, naik-naik ke meja, bepergian dengan kendaraan tanpa melakukan pengamanan terhadap si kecil, dll.
4. Lindungi anak dari racun yang merusak otak. Misalnya timah, yang sering terdapat dalam cat dinding, mainan, koran, alat rumah tangga, pensil, dllSiapkah si kecil bersosialisasi?
Bagi batita, minat untuk menjalin hubungan dengan orang lain baru muncul menjelang usia ke 24 bulan dan proses awal ini akan terus berkembang nyaris seumur hidupnya.
Namun interaksi sosial ini bukanlah hal yang mudah dilakukan. Dibutuhkan bimbingan penuh dan kesempatan yang banyak dari orangtua, agar segalanya berjalan mulus.
Tumbuhkan kemampuan berteman
Kemampuan anak dalam berhubungan dengan teman sebaya pada usia dini merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kemampuan bergaul anak di usia berikutnya. Padahal pada usia dini anak belum mempunyai cukup empati terhadap temannya untuk bisa bermain bersama-sama. Bagi mereka, satu-satunya orang yang patut dipedulikan adalah dirinya sendiri.
Karena itu orang tua dapat membantu agar anak yang ‘antisosial’ ini dalam perkembangannya lebih lanjut, akan mampu berbagi dan bekerja sama, peka terhadap perasaan orang lain dan dapat menyelesaikan konflik tanpa bertindak agresif.
1.5 Acuan Dalam Meningkatkan Kemampuan Psikis Anak
Acuan bantuan orang tua berikut ini bisa dimanfaatkan:
- Fokuskan perhatian pada harga dirinya. Ia perlu bangga pada dirinya sendiri sebelum mampu bergaul dengan anak lain.
- Mulailah dengan berteman dengan anggota keluarga. Bila ia dapat berhubungan baik dengan adik-kakaknya, ia cenderung akan mudah menjalin pertemanan di luar keluarga.
- Mulailah dengan satu teman. Sediakan cukup mainan, termasuk beberapa mainan yang dobel agar mereka bisa bermain dengan lebih asyik.
- Mulailah satu jam saja. Hal ini untuk menghindari kejenuhan anak dan agar anak tidak terlalu lelah bermain.
- Bila berkelompok, biarkan ia berinisiatif sendiri untuk bergabung. Awalnya ia mungkin hanya mengamati, lalu ikut bereaksi dan akhirnya terlibat dalam aktivitas interaksi.
- Ajak bermain kooperatif. Permainan yang menuntut kebersamaan, seperti main bola, kejar-kejaran, sangat mendukung agar anak segera melakukan interaksi sosial.
- Selalu dalam pengawasan. Untuk menjaga hal yang tidak-tidak, sebaiknya jangan tinggalkan si kecil dengan temannya. Sebab bila terjadi konflik, Anda harus segera melerainya tanpa pilih kasih.
- Jaga perasaan anak. Bila anak sulit untuk berteman, jangan memarahinya, membentak, mengkritik bahkan memukulnya. Tetapi hiburlah ia agar segala kendala yang dirasakannya, hilang.
- Latih sebanyak mungkin. Bila ia lebih sering bertemu teman sebaya, di lingkungan keluarga, tempat tinggal maupun di taman bermain, maka ia akan lebih terlatih sehingga lebih mudah untuk bergaul.
- Beri waktu. Memaksa anak batita agar cepat bersosialisasi, justru akan memberi efek negatif. Ia akan merasa ada penolakan dari Anda dan akibatnya ia akan semakin melekat pada Anda. Biarkan ia menyadari bahwa bermain dengan teman sebaya lebih asyik daripada main sendiri atau bermain dengan ibu.
Sebaiknya Anda Tahu…
Bahayakah teman imajiner?
Pada usia 2-3 tahun, beberapa anak terlibat dengan teman imajiner. Hal ini biasanya terjadi karena anak di usia tersebut merasa bahwa teman sebaya tidak menyenangkan karena sering merebut mainannya, sementara teman di rumah (ibu dan kakak) terlalu sering melarang ini-itu.
Menurut para ahli jiwa, teman demikian wajar saja karena akan hilang sendiri ketika usia anak bertambah. Bahkan dampak positif karena punya teman imajiner ini sangat baik untuk perkembangan anak. Anak jadi mudah berteman secara nyata, kaya akan kosa kata karena sering ‘ngobrol’ sendiri, kreatif, mandiri dan mudah bekerjasama.
1.6 Makanan VS Kecerdasan Anak
Makanan anak harus bergizi, mungkin semua orang tua sudah paham. Berbagai kegunaan vitamin juga sudah banyak diketahui. Namun banyak orang tua yang masih menganggap bahwa anak sehat bila fisiknya terlihat sehat. Mengaitkan masalah tumbuh-kembang anak dengan fisiknya saja terjadi karena urusan kecerdasan anak masih dianggap bawaan dari lahir. Tergantung bibitnya!
Anggapan itu ada benarnya dan ada pula tidak benarnya. Gen, atau faktor keturunan mungkin sedikit banyak punya andil, tetapi dari hasil penelitian para ahli kecerdasan anak itu juga sangat tergantung pada pertumbuhan otaknya.
Pertumbuhan otak sendiri sangat peka terhadap berbagai gangguan. Setiap gangguan seperti kekurangan nutrisi, kekurangan zat asam, cidera, infeksi dan gangguan lain, dapat menghambat aspek pertumbuhan otak, yang akhirnya mempengaruhi kondisi si kecil, kesehatan maupun kecerdasannya.
Dari jumlah nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh-kembang si kecil, ada beberapa nutrisi yang berkaitan erat dengan tumbuh-kembang otak. Di antaranya adalah asam lemak esensial yang banyak terkandung dalam ikan laut (omega-3 dan omega-6), yang penting untuk koordinasi gerak dan daya ingat anak, lalu vitamin A yang dapat memperlancar fungsi otak, vitamin B-12 yang diperlukan untuk pertumbuhan sarung saraf sel otak bayi yang berfungsi sebagai bahan penghantar rangsang (impuls), serta Zn (seng) untuk melancarkan pertambahan sel otak.
Berdasarkan hasil penelitian terakhir para ahli diketahui bahwa dari Omega-3 ada bagian yang disebut DHA (Docosahexaenoic Acid) yang berperan cukup besar pada pertumbuhan otak yaitu untuk pembentukan dan fungsi sel otak, sekaligus untuk perkembangan retina/penglihatan.
Seperti yang telah disinggung di atas bahwa sumber DHA (Omega-3) adalah ikan laut, maka untuk kecerdasan si kecil menu ikan laut sedapat mungkin harus ada dalam makanannya. Bila ada kendala untuk melakukannya, Anda harus segera mencari alternatifnya. Antara lain, Anda dapat memilih makanan untuk anak yang dikemas sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak dan dilengkapi dengan DHA.
1.7 Makanan VS Kecerdasan Anak
Makanan anak harus bergizi, mungkin semua orang tua sudah paham. Berbagai kegunaan vitamin juga sudah banyak diketahui. Namun banyak orang tua yang masih menganggap bahwa anak sehat bila fisiknya terlihat sehat. Mengaitkan masalah tumbuh-kembang anak dengan fisiknya saja terjadi karena urusan kecerdasan anak masih dianggap bawaan dari lahir. Tergantung bibitnya!
Anggapan itu ada benarnya dan ada pula tidak benarnya. Gen, atau faktor keturunan mungkin sedikit banyak punya andil, tetapi dari hasil penelitian para ahli kecerdasan anak itu juga sangat tergantung pada pertumbuhan otaknya.
Pertumbuhan otak sendiri sangat peka terhadap berbagai gangguan. Setiap gangguan seperti kekurangan nutrisi, kekurangan zat asam, cidera, infeksi dan gangguan lain, dapat menghambat aspek pertumbuhan otak, yang akhirnya mempengaruhi kondisi si kecil, kesehatan maupun kecerdasannya.
Dari jumlah nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh-kembang si kecil, ada beberapa nutrisi yang berkaitan erat dengan tumbuh-kembang otak. Di antaranya adalah asam lemak esensial yang banyak terkandung dalam ikan laut (omega-3 dan omega-6), yang penting untuk koordinasi gerak dan daya ingat anak, lalu vitamin A yang dapat memperlancar fungsi otak, vitamin B-12 yang diperlukan untuk pertumbuhan sarung saraf sel otak bayi yang berfungsi sebagai bahan penghantar rangsang (impuls), serta Zn (seng) untuk melancarkan pertambahan sel otak.
Berdasarkan hasil penelitian terakhir para ahli diketahui bahwa dari Omega-3 ada bagian yang disebut DHA (Docosahexaenoic Acid) yang berperan cukup besar pada pertumbuhan otak yaitu untuk pembentukan dan fungsi sel otak, sekaligus untuk perkembangan retina/penglihatan.
Seperti yang telah disinggung di atas bahwa sumber DHA (Omega-3) adalah ikan laut, maka untuk kecerdasan si kecil menu ikan laut sedapat mungkin harus ada dalam makanannya. Bila ada kendala untuk melakukannya, Anda harus segera mencari alternatifnya. Antara lain, Anda dapat memilih makanan untuk anak yang dikemas sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak dan dilengkapi dengan DHA.
1.8 Memahami Perkembangan Otak
Sesungguhnya, sistim saraf pusat atau otak manusia paling awal dibentuk pada akhir minggu kedua kehamilan sampai minggu keenam. Pada minggu ke delapan, di dalam rahim telah terjadi proses pertumbuhan yang menakjubkan. Pada janin yang panjangnya baru sekitar 10 sentimeter telah terbentuk anggota tubuh janin, sementara pada otaknya yang sekilas tampak kosong, ada satu sel saraf dalam otak kecil yang sedang berkembang.
Setiap menit sekitar 100.000 sel saraf otak bertambah, sehingga pada saat lahir jumlah sel mencapai 100 milyar. Sel saraf otak ini akan terus berkembang, sehingga pada usia 5 tahun, ukuran otak anak telah mendekati ukuran otak orang dewasa, kira-kira 90%. Nutrisi yang tepat selama kehamilan dan selama 5 tahun usia anak, sangat berperan dalam hasil perkembangan otak. Sementara hasil perkembangan otak sangat mendukung hasil belajar, seperti aktivitas kognitif dan motorik, pemecahan masalah dan bahasa.
Tahukah Anda…
Otak manusia terdiri dari dua belahan kiri dan kanan, dengan fungsi yang berbeda.
| Fungsi otak kiri | Fungsi otak kanan |
| Mekanisme tangan kiri | Mekanisme tangan kanan |
| Bicara | Fantasi |
| Bahasa | Kreativitas |
| Menulis | Musik |
| Logika | Seni |
| Ilmiah |
|
| Matematika |
|
1.9 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Ada kalanya para ibu ingin sedini mungkin anak mempunyai kemampuan yang melebihi usianya agar tampak hebat dibandingkan dengan anak sebayanya. Hal ini sah-sah saja, selama anak dirangsang kecerdasannya dengan memperhatikan
lima aspek berikut ini:
1. Hampir seluruh waktu anak dipakai untuk tidur dan bermain. Maka bila Anda ingin mengajarkan sesuatu padanya, jadikanlah kegiatan belajar tersebut sebagai bagian dari kegiatan bermain.
2. Setiap anak di usia ini memiliki dorongan eksplorasi (menyelidiki), memeriksa, mencoba, mencari hal-hal baru, belajar menggunakan alat-alat inderanya dan memuaskan rasa ingin tahunya, yang sangat besar. Tetapi karena perkembangan rasa egonya yang juga sedang memuncak, sering kali dorongan itu hilang hanya karena ia merasa dipojokkan. Misalnya karena dipaksa, dikritik, atau dihukum. Karena itu rangsanglah setiap minatnya dengan cara yang lebih positif.
3. Bagaimanapun hasil akhir “tugas” yang Anda berikan padanya, sebaiknya diterima dengan rasa suka cita dan bangga. Pujilah ia dan berilah ia hadiah. Ingat, hadiah tidak selalu harus berupa barang, melainkan berupa tepukan lembut di kepala, usapan sayang dan pelukan hangat, juga sangat berarti baginya.
4. Proses belajar bagi anak seusia ini haruslah berlangsung dalam suasana gembira dan selalu disesuaikan dengan umur dan kemampuannya. Sebab tujuan akhir dari segala aktivitas yang Anda berikan padanya adalah untuk membuat anak merasa bahagia.
5. Menjawab pertanyaan anak juga merupakan proses belajar yang intinya sama dengan merangsang kecerdasan anak. Sesibuk apapun Anda, ambil waktu untuk menjawab setiap keingintahuan anak. Kurang bijaksana kalau Anda menunggu sampai “jadwal” belajar yang Anda programkan tiba.Ingat!
Banyak kasus yang menunjukkan perkembangan anak baik fisik, kognitif maupun sosialnya terganggu karena buruknya hubungan emosi ibu dan anak. Itu sebabnya motto “Asih, asuh, asah”, harus tetap dipegang orang tua dalam mengupayakan tumbuh-kembang anak seoptimal mungkin.
Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin.
Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis yaitu kebutuhan anak akan pangan (gizi), perawatan kesehatan primer seperti imunisasi, papan, higienis dan sanitasi, sandang, kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi.
Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita ini.
1.10 Memahami Kemampuan Kognitif Si Kecil
Kecerdasan atau intelegensia anak itu meliputi kecerdasan kognitif, emosi dan sosial. Pada usia batita, perkembangan kecerdasan anak ini tampak mengalami lonjakan besar. Dari mahluk kecil yang lemah dan “keberadaannya” kurang menonjol, menjadi bagian dari keluarga yang justru nyaris menyedot hampir seluruh perhatian anggota keluarga lainnya.
Berbicara dan menguasai tata bahasa
Beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang pertama, tiba-tiba Anda menyadari kalau “bayi” Anda kini sudah mampu berkomunikasi bahkan “berbicara” dengan anggota keluarga lainnya. Semakin hari semakin banyak pula perbendaharaan katanya. Maka menjelang usianya yang ke tiga, ia pun sudah mampu menyusun kalimat dan menjelma menjadi mahluk yang “ceriwis” sekali.
Baca-tulis-hitung
Awalnya ia tampak mulai hafal bentuk-bentuk geometris sebagai awal dari huruf, lalu mulai mengenal huruf-huruf dan senang sekali mencoret-coret. Menjelang usia dua tahun ia sudah mengenali angka dan gambar serta mulai menulis dan menggambar dengan lebih terarah. Pada usia tiga tahun, ia sudah mampu menggambar lingkaran dan membaca bahkan menulis nama panggilannya. Ia juga sudah bisa menunjukkan jarinya untuk menggambar berapa banyak usianya.
Logika
Ia pun kini mampu memahami perintah, bila gembira ia bersenandung atau bahkan bernyanyi, mampu memasukkan bentuk-bentuk geometrik ke lubangnya tanpa dibantu, menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya dan mulai memiliki kemampuan berinteraksi dengan anak lain.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
· Dalam berkomunikasi sudah pandai menggunakan intonasi. · Dapat lebih menahan emosinya bila diperintahkan. · Mampu berkonsentrasi penuh. · Sangat kreatif. · Sudah mulai mandiri untuk beberapa hal sederhana. Apa yang dapat dilakukan orang tua?
1. Bahasa:
Anda dapat membantu anak untuk menambah perbendaharaan kata, memperkenalkan hal-hal baru, membetulkan ucapan yang salah, menanggapi dan memuji usahanya. Anak akan senang bila ia mampu menguasai bahasa yang memungkinkan ia mengatakan isi hatinya.
Pada usia ini kemampuan anak untuk menyerap pengetahuan bahasa amat menakjubkan. Dan kalau anak mulai bisa menguasai bahasa dan bisa mengatakan maksudnya, maka ia akan lebih mudah dikendalikan.
Bagaimana caranya? Bercakap-cakaplah dengan wajar pada waktu-waktu Anda bersamanya. Misalnya saat mandi, sebutkan bagian-bagian tubuh yang masih belum diketahuinya. Saat berpakaian, sebutkan jenis pakaian yang sedang dikenakan. Ingat, Anda juga harus menahan diri untuk menyela bila ia tampak sedang berusaha mengatakan sesuatu.
2. Membaca:
Kesenangannya pada buku yang bertambah pesat dapat dijadikan ajang pengenalan huruf maupun angka. Lakukan kegiatan membacakan buku ini secara rutin, pengulangan buku tidak akan menimbulkan masalah karena ia juga dalam masa ingin melakukan pengamatan. Gunakan buku-buku cerita yang sesuai dengan usia anak. Bila mungkin ajaklah anak untuk meniru huruf ataupun angka, serta gambar yang dilihatnya dalam buku cerita tersebut.
3. Pengamatan:
Kebutuhan untuk pengamatan yang konstan dan terus menerus juga muncul di usia ini. Tampaknya si kecil sedang berupaya menarik kesimpulan mengenai dunia di sekitarnya. Anda jangan jengkel bila si kecil bolak-balik minta dibacakan buku cerita yang sama, bolak-balik membuka dan menutup botol minumnya atau mengeluarkan dan memasukkan kembali baju dari lemarinya.
4. Pengenalan Konsep:
Pengenalan konsep ini perlu untuk mengembangkan kemampuan anak dalam bidang matematika. Bermain pura-pura adalah cara yang paling efektif. Bila mungkin siapkan sarana yang menunjang untuk permainan pura-pura ini. Misalnya mainan masak-masakan, dokter-dokteran, dsb.
5. Ilmu Pengetahuan:
Anda dapat memanfaatkan setiap pertanyaannya atau pun minatnya, untuk memperluas wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan. Beri ia jawaban dengan kata-kata yang sederhana tetapi jelas. Bila perlu, Anda dapat merangsang minatnya lebih jauh dengan mengajaknya bereksperimen. Yang penting Anda harus membantu anak agar lebih peka terhadap lingkungan untuk mencari hal-hal di balik suatu kejadian dan untuk menggunakan kelima panca inderanya dalam meneliti dunianya.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.info-sehat.com/inside_level2
http://www.marchivelliz.co.cc/2010/02/anak-indonesia-anak-cerdas.
Sumber: Buklet Milna “Agar Si Kecil Tumbuh Sehat & Cerdas (Psikis)”
bahaya aktivasi otaktengah
Nah, alih-alih menjadikan anak jenius, aktivasi otak tengah ternyata menciptakan bahaya pada anak anda, yang mungkin saja akan terjadi semakin cepat kalau anak terus-menerus menerapkan secara intensif metoda aktivasi dan praktek penggunaan kemampuan otak tengah.
perlu diketahui bahwa hingga hari ini belum ada satupun publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa aktivasi otak tengah meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade-nya menjadi jenius.
Sebaliknya penelitian beberapa ahli sudah membuktikan secara ilmiah bahwa aktivasi otak tengah bisa memberikan dampak buruk bagi fungsi organ tubuh, seperti penelitian Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto (2002) membuat suatu penelitian otak tengah pada 24 ekor musang jantan. Hasilnya aktivasi otak tengah di daerah periaquaductal gray (PAG) ternyata justru mengakibatkan otot-otot polos pernafasan mengalami relaksasi, sehingga mengganggu pernafasan hewan-hewan tersebut.
Begitu juga dengan penelitian Peter D. Larsen, Sheng Zhong, dkk. (2001) ada beberapa hal yang berubah karena aktivasi otak tengah, misalnya tekanan arteri utama (mean arterial pressure), aliran darah di ginjal (renal blood flow), aliran darah di daerah paha (femoral blood flow), persarafan daerah bawah jantung (Inferior cardiac), persarafan simpatis dan denyut jantung akan makin meningkat, sebaliknya tekanan darah justru turun, aktivitas persarafan di daerah tulang belakang juga turun. Peningkatan tekanan arteri, aliran darah ginjal dan paha tersebut bisa mencapai 328%.
Tulisan Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk. (2005) membuat kita lebih terperangah lagi, karena ternyata induksi lateralisasi pada aktifitasi otak tengah dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya dorongan simpatetik persyarafan jantung.